Selasa, 23 Januari 2018

Ranitidin

Ranitidin

Pengertian Ranitidin

     

Ranitidin adalah obat yang dapat digunakan untuk menangani gejala atau penyakit yang berkaitan dengan produksi asam berlebih di dalam lambung.

Kelebihan asam lambung dapat membuat dinding sistem pencernaan mengalami iritasi dan peradangan. Peradangan ini kemudian dapat berujung pada beberapa penyakit, seperti tukak lambung, tukak duodenum,sakit maag, nyeri ulu hati, serta gangguan pencernaan.

Ranitidin bekerja dengan cara menghambat sekresi asam lambung berlebih, sehingga rasa sakit dapat reda dan luka pada lambung perlahan-lahan akan sembuh.

Selain mengobati, ranitidin juga dapat digunakan untuk mencegah munculnya gejala-gejala gangguan pencernaan akibat mengonsumsi makanan tertentu. Ranitidin tidak akan menghambat sekresi enzim pepsin dan serum gastrin, sehingga tidak mengganggu pencernaan.

Merek dagang: Acran, Conranin, Fordin, Radin, Rancus, Ranivel, Rantin, Ratinal, Renatac, Tyran, Ulceranin, Wiacid, Zantac, Zantifar

Tentang Ranitidin

GolonganAntasidaKategoriObat ResepManfaatMenurunkan sekresi asam lambung berlebihDikonsumsi olehDewasa dan anak-anakKategori kehamilan dan menyusuiKategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Bentuk obatOral dan suntik (intravena atau parenetral).

Peringatan:

Bagi wanita hamil dan menyusui, sesuaikan dosis dengan anjuran dokter.Konsultasikan dosis ranitidin untuk anak-anak dengan dokter.Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal.Harap waspada bagi yang memiliki riwayat perdarahan, sulit menelan, muntah, dan penurunan berat badan tanpa alasan jelas.Penderita yang memiliki riwayat porfiriaakut tidak boleh menggunakan ranitidin.Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Ranitidin

Dosis pemberian ranitidin secara oral dapat dilihat pada tabel berikut:

Pencegahan sekresi asam selama pasien diberikan anestesi generalDewasa: 150 mg diberikan 2 jam sebelum pemberian anestesi general. Dapat pula diberikan pada malam hari sebelumnya.Pada wanita yang akan melahirkan, dapat diberikan 150 mg sebagai dosis awal dan kemudian diulangi tiap 6 jam.InfeksiHelicobacter pyloriDewasa: 300 mg diminum sebelum tidur. Dapat pula digunakan 150 mg dua kali sehari yang dikombinasikan dengan amoxicillin 750 mg dan metronidazole 50 mg sebanyak tiga kali sehari selama 2 minggu.Ulkus gastris dan ulkus duodenum jinakDewasa: Dosis awal adalah 300 mg diminum sebelum tidur atau 150 mg dua kali sehari selama 4-8 minggu. Pada penderita ulkus duodenum dapat diberikan 300 mg dua kali sehari selama 4 minggu untuk mempercepat penyembuhan. Untuk memelihara kondisi saluran pencernaan pasca penyembuhan ulkus, diberikan 150 mg setiap hari sebelum tidur dengan dosis maksimum 300 mg dua kali sehari.Anak-anak (1 bulan-16 tahun): 4-8 mg/kg setiap hari dengan dosis dibagi menjadi 2 kali sehari. Dosis maksimal per hari adalah 300 mg.Untuk memelihara kondisi saluran pencernaan pasca penyembuhan, diberikan 2-4 mg/kg setiap hari dengan dosis maksimum 150 mg.Kelainan HipersekresiDewasa: 150 mg dua kali atau tiga kali sehari dengan dosis maksimal 6 gram per hari.Penyakit refluks gastro-esofagus (GERD)Dewasa: 150 mg dua kali sehari atau 300 mg yang dikonsumsi sebelum tidur selama 8 minggu. Pada kasus GERD berat dapat diberikan 150 mg sebanyak 4 kali sehari selama 12 minggu.Anak-anak (1 bulan-16 tahun):5-10 mg/kg setiap hari dibagi menjadi 2 kali konsumsi. Dosis maksimum 300 mg per hari.DispepsiaDewasa: Pada episode dispepsia kronis dapat diberikan 150 mg 2 kali sehari atau 300 mg sebelum tidur selama 6 minggu.Untuk mengobati dispepsia jangka pendek, 75 mg maksimum 4 kali sehari. Pengobatan penyakit dispepsia jangka pendek dilakukan maksimal selama 2 minggu.Radang esofagus erosifDewasa: 150 mg 4 kali sehari. Sedangkan untuk perawatan, dosis dapat diberikan sebanyak 150 mg dua kali sehari.Anak-anak (1 bulan – 16 tahun):5-10 mg/kg setiap hari yang dibagi menjadi 2 jadwal konsumsi. Dosis maksimum adalah 600 mg per hari.Ulkus yang berkaitan dengan penggunaanobat antiinflamasi non-steroid (NSAID)Dewasa: 150 mg dua kali sehari atau 300 mg yang dikonsumsi sebelum tidur selama 8-12 minggu. Untuk pencegahan terjadinya ulkus akibat obat NSAID, dapat dikonsumsi 150 mg dua kali sehari.

Dosis pemberian ranitidin melalui intravena dapat dilihat pada tabel berikut:

Tukak pada saluran pencernaan bagian atas akibat stresDewasa: 50 mg diberikan melalui injeksi intravena lambat, kemudian diikuti dengan pemberian 0,125-0,25 mg/kg/jam secara kontinu dalam bentuk infus. Setelah pasien dapat makan secara normal (lewat mulut), dosis dapat diganti menjadi 150 mg dua kali sehari dalam bentuk oral.Anak-anak: 1 mg/kg melalui injeksi intravena lambat selama 2 menit dengan pemberian 3-4 kali sehari. Atau dapat diganti dengan 0,125-0,25 mg/kg/jam secara kontinu dalam bentuk infus.Kelainan hipersekresiDewasa: 1 mg/kg/jam sebagai dosis awal. Jika diperlukan, dosis dapat ditambah empat jam kemudian menjadi 0,5 mg/kg/jam.

Dosis Ranitidin parenteral (infus), khususnya untuk pencegahan sekresi asam lambung selama pembiusan umum adalah 50 mg yang diberikan 45-60 menit sebelum prosedur anestesi umum dilakukan.

Mengonsumsi Ranitidin dengan Benar

Ranitidin dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama tiap hari.

Selama menggunakan obat ini, hindarilah konsumsi makanan atau minuman yang dapat memperparah gejala Anda agar keefektifan obat menjadi maksimal. Makanan atau minuman yang harus dihindari tersebut di antaranya adalah makanan pedas, cokelat, tomat, minuman keras, atau minuman panas, khususnya kopi. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk berhenti merokok karena dapat memicu produksi asam lambung, serta dianjurkan untuk mengurangi berat badan yang berlebihan guna membantu mengurangi gejala.

Jika Anda lupa mengonsumsi ranitidin, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah interaksi ranitidin dengan obat-obatan lain:

Meningkatkan konsentrasi serum dan memperlambat absorpsi ranitidin oleh saluran pencernaan apabila digunakan bersama dengan propantheline bromide.Ranitidin dapat menghambat metabolisme antikoagulan coumarin, teofilin, diazepam, dan propanolol di dalam organ hati.Ranitidin dapat mengganggu absorpsi obat-obatan yang tingkat absorpsinya dipengaruhi oleh pH, sepertiketoconazol, midazolam, dan glipizida.Bioavailabilitas ranitidin akan menurun jika digunakan bersama dengan antasida.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Ranitidin

Beberapa efek samping yang mungkin saja dapat terjadi setelah menggunakan ranitidin adalah:

Diare.Muntah-muntah.Sakit kepala.Insomnia.Vertigo.Ruam.Konstipasi.Sakit perut.Sulit menelan.Urine tampak keruh.Bingung.Berhalusinasi.

Lihat lebih lanjut mengenai:

Gangguan PencernaanGastritisPenyakit Asam Lambung

Ditinjau oleh : dr. Marianti

Referensi

Metformin

Metformin

Pengertian Metformin

     

Metformin adalah obat antidiabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah pada  penderita diabetes tipe 2. Obat ini dapat dikonsumsi secara tunggal, dikombinasikan dengan obat antidiabetes lain, atau diberikan bersama insulin. Guna mendapat hasil maksimal, dosis metformin harus diseimbangkan dengan jumlah atau jenis makanan yang dikonsumsi, serta intensitas olahraga dan aktivitas yang dilakukan.

Dalam menurunkan kadar gula darah yang tinggi, metformin bekerja dengan cara menghambat proses glukoneogenesis dan glikogenolisis, memperlambat penyerapan glukosa pada usus, serta meningkatkan sensitifitas insulin dalam tubuh. Kendati demikian, obat ini tidak dapat diberikan pada penderita diabetes tipe 1 yang masih tergantung pada suntikan insulin sepenuhnya.

Merek Dagang: Diaformin XR, Efomet, Forbetes, Fordica 50 XR, Glucophage,    Glucophage XR,  Glucotika. Gludepatic, Glufor,  Gradiab,  Nevox/Nevox XR

Tentang Metformin

Jenis obat Obat antidiabetes biguanidGolongan Obat resepManfaat Menurunkan kadar gula darah yang tinggi pada pengidap diabetes tipe 2Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak berusia 10 tahun ke atasBentuk Obat Tablet dan cairan yang diminumKategori kehamilan Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak  memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum  ada studi terkontrol pada wanita hamil

Peringatan:

Beri tahu dokter jika memiliki alergi terhadap obat ini, obat lain, atau bahan tertentu.Konsultasikan pada dokter terlebih dahulu jika memiliki riwayat gangguan pernapasan (misalnya asma), kekurangan darah, serta gangguan ginjal dan hati.Bicarakan pada dokter jika akan melakukan prosedur medis tertentu, terutama pemeriksaan radiologi dengan menggunakan zat pewarna iodin.Informasikan pada dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk obat bebas, suplemen, atau herbal.Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis Metformin

Dosis penggunaan metformin berbeda-beda untuk tiap pasien. Dokter akan menyesuaikan takaran penggunaan metformin sesuai tingkat keparahan diabetes, riwayat kesehatan, dan reaksi tubuh pasien terhadap obat.

Dosis awal untuk orang dewasa adalah 500-850 mg yang diminum 1-2 kali sehari. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 2-3 gram/hari dengan interval waktu1 minggu dari dosis awal.

Dosis awal untuk anak-anak di atas 10 tahun adalah  500 mg yang diminum 1-2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 2 gram setiap hari yang terbagi dalam 2-3 dosis pemakaian. Interval waktu antara dosis awal dengan dosis lanjutan minimal adalah 1 minggu.

Mengonsumsi Metformin dengan Benar

Pastikan Anda mengonsumsi metformin sesuai dengan anjuran dokter. Baca informasi yang tertera pada kemasannya sebelum mulai mengonsumsi obat ini. Jika ragu, hubungi dokter.

Beri jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan mengonsumsi metformin pada jam yang sama setiap harinya untuk mendapatkan hasil yang optimal. Obat ini biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi saat makan atau segera sesudah makan.

Metformin dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi yang membuat ovulasi meningkat sehingga mempertinggi kemungkinan untuk hamil.

Pemeriksaan secara rutin sebaiknya dilakukan selama mengonsumsi obat ini untuk memantau kadar gula darah serta kesehatan kaki dan mata. Kenali juga gejala-gejala hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah), seperti pandangan menjadi kabur, kulit kering, dan sering mengeluarkan urine. Selain itu, kenali juga gejala-gejala hiperglikemia (kadar gula darah yang terlalu tinggi), seperti kulit pucat, gelisah, detak jantung cepat, pusing, dan mual.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi metformin, disarankan segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, jangan menggandakan dosis metformin.

Interaksi Obat

Berhati-hati saat mengonsumsi metformin dengan:

Alkohol dan bahan pewarna iodin, karena dapat meningkatkan risiko asidosis laktik.Diuretik thiazide, obatan-obatan golongan phenothiazine (seperti chlorpromazine), kontrasepsi oral, vitamin B3, penghambat kanal kalsium, kostikosteroid, atauisoniazid, karena dapat mempersulit pengendalian kadar gula darah.Obatan-obatan golongan sulfonylurea, karena dapat menimbulkan efek tambahan.Cimetidine dapat meningkatkan kadar metformin di dalam darah.ACE inhibitor, karena dapat menurunkan kadar gula darah puasa, yaitu kadar gula darah setelah pasien dipuasakan selama 8 jam.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Metformin

Sama seperti obat lain, metformin juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi saat mengonsumsi metformin adalah:

Mual dan muntah.Penurunan nafsu makanRasa logam dalam mulutSakit perutBatuk dan suara serak.Diare.Nyeri otot dan kramLemas dan mengantuk

Antasida Doen

Antasida Doen: Penjelasan, Fungsi, Dosis, Efek Samping dan Antasida untuk Ibu Hamil

May 30, 2017 by Ibnu Sar'i

ANTASIDA DONE – adalah obat untuk sakit maag sebagai penetral asam lambung sehingga antasida done bisa digunakan untuk menetralisir gejala sakit maag seperti perih di ulu hati, mulas, rasa panas pada perut kiri atas, mual-mual dan kembung. Obat ini bisa dibeli dengan bebas tanpa memerlukan resep dari dokter.

DAFTAR ISI

Antasida Done

trimanpharmaceutical.blogspot.com

Antasida done merupakan obat-obatan yang sudah umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, antasida doen sangat mudah didapat di toko-toko obat, ataupun apotek dengan tanpa memerlukan resep dari dokter karena memang dalam penggunaannya bebas. Namun Anda harus tetap memperhatikan aturan pakainya, kontraindikasi, indikasi, dan juga efek samping antasida doen.

Berikut ini kami  akan paparkan mengenai hal-hal penting terkait dengan antasida doen ini, yang mencakup: Komposisi, Kotra, dan Indikasi Cara Penggunaan (Dosis), dan juga Efek samping dari penggunaannya.

Komposisi Antasida Done

Terdapat 2 jenis dalam sediaan, ialah tablet dan syrup, dalam satu tablet atau satu sendok takar (5 ml) mengandung:

Alluminium Hidroksida : 200 mgMagnesium Hidroksida : 200 mg

Fungsi Obat Antasida Doen

siteobattradisional.com

Mungkin banyak yang belum tau apa kegunaan atau fungsi obat antasida doen? Sesuai dengan nama obat ini, antasida (anta = anti, dan Sida = Acid/asam) secara ringkas bisa kita artikan sebagai obat anti asam, maksudnya ialah anti asam lambung, jadi yang dimaksud dengan antasida adalah obat untuk menetralkan asam lambung.

Obat ini dipakai guna mengobati gejala diakibatkan tingginya kadar asam lambung semisal sakit perut (uluhati), mulas, dan gangguan dalam pencernaan. Antasida doen juga difungsikan untuk meredakan dari gejala gas yang melebihi batas dalam saluran pencernaan semisal kembung, bersendawa, dan perut terrasa penuh.

Juga sebagai obat yang dipakai untuk menurunkan asam lambung guna membantu dalam penyembuhan tukak lambung, atau juga tukak usus dua belas jari (duodenum).

Obat maag antasida yang di dalamnya mengandung Magnesium dan Aluminium ini bekerja dengan cepat untuk menurunkan asam lambung. Antasida cair (syrup) umumnya bekerja lebih baik dan lebih cepat dibanding kapsul atau tablet.

Antasida cuma bekerja di asam yang berada pada lambung dan tidak mempunyai peran mencegah produksi asam. Adapun obat yang berguan untuk mengurangi dalam produksi asam lambung diantaranya: H2 blocker seperti ranitidin atau cimetidine dan proton pump inhibitor semisal omeprazole. Ini adalah obat-obatan yang sudah sering dikonsumsi untuk mengobati sakit maag.

Antasida Doen untuk Ibu Hami

beritabojonegoro.com

Antasida doen termasuk obat yang aman dikonsumsi untuk ibu hamil. Masalah asam lambung terhadap ibu hamil bisa ditangani dengan aman dengan menggunakan obat antasida doen, baik yang berbentuk tablet maupun cair. Namun akan lebih baik jika terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.

Dosis dan Cara Penggunaan

Antasida diproses lewat mulut, untuk obat yang berbentuk tablet dikunyah terlebih dahulu sebelum di telan, sedangkan obat antasida doen cair, sebelum diminum botol kemasan  harus dikocok terlebih dahulu.

Dosis:

Dewasa : 3 – 4 kali sehari 1 – 2 sendok takar suspensi (sirup) atau 1 – 2 tablet;Anak 6 – 12 tahun : 3 – 4 kali sehari ½-1 sendok takar suspensi atau ½ – 1 tablet.

Waktu Minum:

Dua jam setelah makan, atau satu jam sebelum makan, dan sebelum tidur.Hentikan jika gejala sudah sembuh.

Antasida doen bisa berfungsi dengan obat lain (misalnya, tetrasiklin, besi, digoxin, antibiotik kuinolon semisal ciprofloxacin), yaitu mengurangi dalam penyerapan obat-obatan tersebut oleh tubuh. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker mengenai cara mengatur jadwal obat dalam mencegah masalah ini.

Perubahan gaya hidup misalnya program pengurangan stres, membatasi alkohol, berhenti merokok,  dan perubahan diet (misalnya, makan teratur, tak memakan makanan berlemak, menghindari kafein, rempah-rempah tertentu) dapat meningkatkan fungsi obat ini sehingga danlam mengobati sakit maag dapat berhasil.

Jika masalah asam lambung semakin memburuk setelah minum obat antasida does selama 1 minggu, atau Anda kondisi Anda mengakhawatirkan, maka secepatnya hubungi dokter. Jika Anda menggunakan obat antasida does secara teratur setiap hari sepanjang lebih dari 2 minggu, dan penyakit Anda tak juga sembuh , maka mungkin Anda mempunyai masalah medis yang harus memerlukan perawatan dokter langsung.

Efek Samping Antasida

pondokibu.com

Jangan asal dalam menggunakannya, obat ini tidak diperkenankan digunakan oleh orang yang mempunyai alergi terhadap macam obat-obatan. Di samping itu juga, penggunaan antasida harus dipikirkan (tanya dokter), pada gejala-gejala dibawah ini:

Mwempunyai masalah pada ginjalSering minum minuman beralkoholDehidrasi (kekurangan Cairan)

Adapun efek samping dari mengkonsumsi antasida yang bisa muncul diantaranya:

Magnesium yang terkandung dalam antasida dapat menimbulkan diare. Namun efek samping ini masih bisa diminimalisir dengan adanya kandungan aluminium di dalamnya.

Aluminium dalam obat ini bisa menyebabkan sembelit. Untuk mengatasi sembelit, banyak minum cairan dan olahraga.                                                                                                                                             

Aluminium yang terkandung dalam antasida ini dapat mengikat fosfat pada usus. Hal ini dapat menimbulkan kadar fosfat pada tubuh menjadi rendah, terutama jika mengkonsumsi obat ini dalam kadar dosis besar dan juga untuk waktu yang lama.

Segera konsultasikan dengan dokter, apabila Anda mengalami sebuah gejala kekurangan fosfat semisal nafsu makan berkurang, kelelahan, dan otot menjadi lemah. Juga apabila anda mengalami gejala lebih serius semisal pusing atau pingsan.

Petunjuk Penyimpanan

Produk cair bisa disimpan di dalam lemari es guna meningkatkan rasa. Tapi jangan dibekukan. Jangan simpan di dalam kamar mandi. Jauhkan antasida done dari jangkaun anak-anak dan juga hewan peliharaan.

glimepiride

glimepiride

Glimepiride 2 mg

GLIMEPIRIDE 2 MG

Glimepiride 2 mg adalah obat yang digunakan sebagai anti diabetes mellitus tipe 2 atau penyakit kencing manis. Glimepiride 2 mg adalah obat anti diabetes oral yang termasuk ke dalam golongan sulfonilurea.

Berikut ini adalah informasi lengkap Glimepiride 2 mg yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

GOLONGAN

Harus dengan resep dokter

GLIMEPIRIDE OBAT APA?

Glimepiride adalah obat anti diabetes mellitus tipe 2 yang termasuk ke dalam golongan sulfonilurea. Glimepiride menurunkan kadar gula darah dengan merangsang pelepasan insulin dari pankreas β-sel dan mengurangi output glukosa dari hati. Obat ini juga meningkatkan sensitivitas insulin pada situs target perifer.

Obat anti diabetes oral sebaiknya digunakan hanya jika pasien tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan diet dan olahraga saja. Glimepiride bisa digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan metformin atau insulin.


INDIKASI

Kegunaan Glimepiride 2 mg adalah untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2 jika kadar gula darah tidak cukup dikendalikan dengan diet, latihan fisik dan penurunan berat badan saja.

KONTRA INDIKASI

Jangan menggunakan Glimepiride 2 mg untuk pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif (alergi) terhadap Glimepiride atau obat-obat yang termasuk golongan sulfonilurea dan sulfonamide lainnya.Penderita diabetes mellitus tipe 1, prekoma dan koma diabetes atau pasien yang dalam urinenya terdapat senyawa keton (ketoasidosis) dilarang menggunakan obat ini.Kontraindikasi untuk penderita gangguan ginjal berat atau gangguan hati berat.

EFEK SAMPING GLIMEPIRIDE 2 MG

Berikut adalah beberapa efek samping Glimepiride 2 mg yang umum terjadi :

Efek samping Glimepiride 2 mg pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, sembelit dan nyeri pada ulu hati.Obat ini juga mempunyai efek samping seperti sakit kepala, demam, kenaikan berat badan, dan reaksi alergi pada kulit terutama pada orang-orang yang peka.Hati-hati dengan resiko terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah), terutama jika digunakan untuk jangka waktu lama dan dengan dosis yang lebih tinggi.

PERHATIAN

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan Glimepiride 2 mg adalah sebagai berikut :

Obat ini digunakan setelah makan atau bersama makanan, biasanya pada makan pagi atau makan besar pertama.Obat ini tidak boleh digunakan jika anda akan menjalani operasi, memiliki infeksi berat, penderita gangguan fungsi hati, gangguan ginjal terutama gagal ginjal, gangguan kelenjar adrenal atau kelenjar pituitari dan pasien lanjut usia (di atas 70 tahun).Jangan menggunakan obat ini tanpa resep dokter atau menggunakannya melebihi dosis yang dianjurkan karena beresiko menyebabkan penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia) yang bisa berakibat fatal.Obat-obat golongan sulfonilurea bisa menyebabkan hemolisis akut. Oleh karena itu, penggunaan Glimepiride 2 mg untuk orang-orang dengan defisiensi G6PD (enzim yang melindungi sel darah merah), harus mendapatkan perhatian serius. Pemakaian obat alternatif non-sulfonylurea perlu dipertimbangkan.Karena resiko terjadinya hipoglikemia yang ditandai dengan tubuh yang lemah dan pusing, sebaiknya anda tidak menyalakan mesin atau mengemudi selama menggunakan anti diabetes oral seperti Glimepiride 2 mg.Jika anda sedang hamil atau anda ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.Pengobatan disaat stres sebaiknya menggunakan terapi suntikan insulin.Pengaturan pola makan dan aktivitas olahraga mungkin akan membantu proses pengendalian gula darah anda.Jika anda mengalami efek samping yang berat misalnya terjadi reaksi alergi atau anda lemas karena penurunan gula darah yang drastis segera hubungi pihak medis.Konsumsi alkohol dan paparan sinar matahari harus dibatasi karena dapat memperburuk efek samping Glimepiride 2 mg.

PENGGUNAAN GLIMEPIRIDE 2 MG UNTUK WANITA HAMIL

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Glimepiride kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.


Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung Glimepiride oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

INTERAKSI OBAT

Di bawah ini adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

Penggunaan bersamaan dengan miconazoleoral bisa menyebabkan hipoglikemia berat.Fluconazole menghambat metabolisme Glimepiride 2 mg sehingga konsentrasinya dalam plasma meningkat yang dapat menyebabkan hipoglikemia.Rifampin dapat menyebabkan penurunan konsentrasi plasma Glimepiride 2 mg yang dapat menyebabkan memburuknya kontrol glikemik.Colesevelam dapat mengurangi konsentrasi plasma maksimum Glimepiride 2 mg. Jika keduanya dibutuhkan, sebaiknya diberi jarak 4 jam.Pemakaian bersama bosentan bisa memicu masalah pada hati. Efektivitas kedua obat juga menurun.Salisilat, sulfonamid, kloramfenikol,clarithromycin, antikoagulan coumarin, probenesid, inhibitor CYP2C9, turunan asam fibric, Disopiramid, fluoxetine, kuinolon, ACE inhibitor, MAOIs dan β-blocker dapat mempotensiasi aksi hipoglikemik.Tiazid dan diuretik lain, kortikosteroid, fenotiazin, produk tiroid, estrogen, fenitoin, asam nikotinat, simpatomimetik dan induser CYP2C9 dapat mengurangi efek hipoglikemik.

DOSIS GLIMEPIRIDE 2 MG

Glimepiride 2 mg diberikan dengan dosis :

Dosis dewasa :

awal : 1 x sehari 1-2 mg.

pemeliharaan : Dosis bisa ditingkatkan dengan penambahan sebesar 1-2 mg dengan interval 1-2 minggu.

Dosis maksimal : 6-8 mg/hari.

Jika obat ini harus digunakan untuk lansia / atau penderita yang sangat lemah : Dosis awal dikurangi menjadi 1 mg / hari.Gunakan obat ini setelah makan atau bersama makanan (saat sarapan atau makanan besar pertama).Dosis dan durasi pemakaian akan sangat tergantung dari evaluasi yang dilakukan dokter.

Rabu, 11 Maret 2015

ejakulasi dini

Ejakulasi dini (bahasa Inggris: Premature ejaculation) terjadi ketika pria mengalami orgasme dan mengeluarkan air mani setelah melakukan aktivitas seksual serta dengan stimulasi penis yang minimal. Hal tersebut dapat disebut ejakulasi secara cepat, klimaks cepat, atau klimaks sejak dini. Meskipun pria yang mengalami ejakulasi dini menganggap dirinya tidak memiliki tenaga setelah ejakulasi, ternyata menurut penelitian banyak dari pria yang berharap bisa bertahan lebih lama. Pria yang mengalami ejakulasi dini dilaporkan memiliki keharmonisan yang terganggu, dan terkadang menolak melakukan hubungan seksual karena merasa malu dengan penyakit yang dialami. Dibandingkan dengan pria, wanita tidak terlalu mempermasalahkan ejakulasi dini yang dialami pasangannya, tetapi dari beberapa penelitian menunjukkan kondisi tersebut yang menyebabkan ketidakharmonisan.

Penyebab
Penyebab dari ejakulasi dini tidak terlalu jelas. Banyak teori yang dikeluarkan, termasuk bahwa ejakulasi dini terjadi karena hasil dari melakukan masturbasi yang terlalu cepat ketika masa remaja untuk menghindari pengawasan orang tua, demam panggung, konflik oidipal, agresivitas pasif, dan kurang melakukan aktivitas seksual — tetapi tidak ada satupun teori yang pasti dan bisa menjelaskan gejala tersebut. Ejakulasi dini dapat terjadi karena radang prostat atau efek samping dari obat-obatan.

Pengobatan
Beberapa macam metode pengobatan sudah diuji coba untuk mengobati ejakulasi dini. Kombinasi dari pengobatan medis dan nonmedis merupakan metode yang efektif untuk mengobati ejakulasi dini antara lain :
1. Pelatihan otot seksual adalah salah satu metode paling mudah untuk memecahkan ejakulasi dini. Fungsi ejakulasi sperma dilakukan dengan bantuan otot PC, yang terletak di dasar panggul. Dan sebenarnya, pada beberapa pria otot ini tidak dilatih dengan baik untuk melaksanakan fungsi ejakulasi dengan benar.
2. Menjaga erotisme seksual pada kecepatan normal sangat penting untuk mencapai ereksi lengkap. Kebanyakan pria khawatir tentang perasaan dan yang itu akan mengakibatkan kehilangan kontrol dan berakhir dengan klimaks terlalu cepat. Untuk mengatasi ini, Anda perlu meningkatkan foreplay dan seks oral sementara terlibat dalam hubungan seksual. Latihan pernapasan juga akan membantu Anda untuk santai dan mengendalikan ejakulasi selama hubungan seks.
3. Gunakan Ramuan Herbal: penunda ejakulasi atau pil Anti ejakulasi dini tersedia saat ini. Selalu memilih pil bahan herbal yang diperkaya untuk mengobati jenis-jenis gangguan tersebut. Jika pil mengandung bahan-bahan herbal, maka kita dapat mengatakan 100% aman untuk digunakan karena tidak memberikan efek samping. Diri sendiriSunting Banyak pria mencoba untuk mengobati dirinya dari ejakulasi dini dengan mengalihkan pikiran, seperti mencoba untuk menjauhi segala sesuatu yang dapat menstimulasi aktivitas seksualnya. Cara yang lain adalah melakukan hubungan seksual dengan perlahan, menolak melakukan masturbasi, ejakulasi sebelum melakukan aktivitas seksual, dan menggunakan lebih dari satu kondom. Menggunakan lebih dari satu kondom sangat tidak dianjurkan, karena akan terjadi gesekan antara kondom dengan penis dan akan menyebabkan iritasi hingga kerusakan. Banyak pria yang berpendapat bahwa cara tersebut berhasil. Konsultasi dengan dokter yang sudah ahli dalam bidang seksual dapat membantu sekitar 75 sampai 80 persen dalam proses penyembuhan.

Referensi
Strassberg, D. S., & Perelman, M. A. (2009). Sexual dysfunctions. In P. H. Blaney & T. Millon (Eds.), Oxford textbook of psychopathology (2nd ed.), (pp. 399–430). NY: Oxford University Press. ^ Barnes T., I. Eardley (2007). "Premature Ejaculation: The Scope of the Problem". Journal of Sex and Marital Therapy 33 (3): 151. PMID 7365515. ^ Byers, E.S. and G. Grenier (2003). "Premature or Rapid Ejaculation: Heterosexual Couples’ Perceptions of Men’s Ejaculatory Behavior". Archives of Sexual Behavior 32 (3): 261. PMID 12807298. ^ Limoncin, E. et al. (2013). "Premature Ejaculation Results in Female Sexual Distress: Standardization and Validation of a New Diagnostic Tool for Sexual Distress". Journal of Urology 189 (5): 1830–5. doi:10.1016/j.juro.2012.11.007. PMID 23142691. ^ Graziottin, A. and S. Althof (2011). "What Does Premature Ejaculation Mean to the Man, the Woman, and the Couple?". Journal of Sexual Medicine 8: 304. doi:10.1111/j.1743-6109.2011.02426.x. PMID 21967392. ^ Barnes T., I. Eardley (2007). "Premature Ejaculation: The Scope of the Problem". Journal of Sex and Marital Therapy 33 (3): 151. PMID 7365515. ^ Althof, S.E. et al. (2010). "International Society for Sexual Medicine’s Guidelines for the Diagnosis and Treatment of Premature Ejaculation". Journal of Sexual Medicine 7 (9): 2947. doi:10.1111/j.1743-6109.2010.01975.x. PMID 21050394. ^ McCabe, M.P. (2001). "Evaluation of a Cognitive Behavior Therapy Program for People with Sexual Dysfunction". Journal of Sex and Marital Therapy 27 (3): 259. doi:10.1080/009262301750257119. PMID 11354931.